GOOD COMMUNICATION SKILLS LEADS YOU TO BE AN HONORABLE PERSON
Kemampuan komunikasi yang bagus dapat membuat diri kita menjadi
orang-orang yang terhormat, seperti yang saya tulis pada judul. Kenapa
saya katakan demikian ? Pada dasarnya, salah satu kemampuan dasar untuk
menjadi pemimpin adalah mampu berkomunikasi dengan baik. Dan pemimpin
tentunya akan menjadi orang yang terhormat bukan ?
Tentunya dalam dunia kerja nanti, kemampuan komunikasi kita juga ikut
menentukan pada bagian atau jabatan apa yang akan kita tempati nanti.
Semakin tinggi kemampuan komunikasi, semakin tinggi pula jabatan yang
akan kita emban dan tentunya tanggung jawab yang kita pikul. Karena di
dalam dunia kerja nanti, kita harus mampu bekerjasama dengan tim,
utamanya lagi jika kita menjadi seorang Head Officer, Supervisor dan berbagai posisi pekerjaan lainnya.
Berikut ini saya akan menjelaskan materi CHAMPS 2015 pada minggu ke 3
yang sudah saya dapatkan, berkaitan dengan cara berkomunikasi yang baik
dan efektif.
- Sebaiknya kita mengetahui latar belakang dari lawan bicara terlebih dahulu
- Memiliki kemampuan berbahasa yang baik (tergantung bahasa apa yang akan dipakai oleh lawan bicara)
- Bertatap mata dan muka dengan baik
- Menyusun kalimat dengan baik sebelum melontarkannya dalam bentuk ucapan
- Memberikan kesempatan kepada lawan bicara melakukan feedback
- Harus percaya diri, tidak berburuk sangka dengan diri sendiri maupun terhadap respon lawan bicara
Sedangkan fungsi dasar dari aktivitas komunikasi sendiri antara lain:
- Mencapai pemahaman antara satu orang dengan orang lain
- Membina kepercayaan antara satu orang dengan orang lain
- Melakukan koordinasi atau pembagian pekerjaan
- Berbagi rasa
- Menyelesaikan suatu konflik
Pada kegiatan hari itu, kita peserta CHAMPS 2015 juga diberikan kesempatan untuk berani speak up di
hadapan massa, yaitu para peserta CHAMPS 2015 sendiri dan kakak-kakak
panitia sendiri. Beberapa kelompok diberikan giliran untuk melakukan
orasi tentang beberapa kasus yang sudah diberikan oleh kakak-kakak
panitia. Saya sendiri dari kelompok Jawa, mendapatkan kesempatan untuk
melakukan studi dan anailisis kasus mengenai konflik antara Prita
Mulyasari sebagai pasien yang melakukan pencemaran nama baik terhadap
pihak RS Omni International.


0 komentar:
Posting Komentar